Produksi Beras Nasional 2025 Melonjak 13,29%, BPS Catat Tembus 34,69 Juta Ton

Foto: Padi siap panen. (Dok. Kementan)

Sementara itu, lahan yang ditanami selain padi tercatat 22,69 persen, persiapan lahan 13,06 persen, lahan dibiarkan 11,16 persen, dan lahan yang sedang dipanen 5,56 persen. Menurut BPS, meningkatnya proporsi lahan yang sedang ditanami padi membuka peluang panen yang lebih besar pada bulan-bulan berikutnya.

Selain luas panen, produktivitas padi nasional juga mengalami peningkatan. Pada kualitas Gabah Kering Panen (GKP), produktivitas rata-rata nasional tahun 2025 mencapai 63,55 kuintal per hektare, naik 0,34 kuintal per hektare atau 0,53 persen dibandingkan 2024. Sementara pada kualitas GKG, produktivitas mencapai 53,18 kuintal per hektare, meningkat 0,28 kuintal per hektare dibandingkan tahun sebelumnya.

Kombinasi peningkatan luas tanam, luas panen, dan produktivitas tersebut mendorong produksi beras nasional. Pada Desember 2025, produksi beras tercatat 1,41 juta ton, meningkat 22,19 persen dibandingkan Desember 2024 yang sebesar 1,15 juta ton.

Ke depan, BPS juga mencatat adanya potensi peningkatan lanjutan pada awal 2026. Potensi luas panen padi pada Januari–Maret 2026 diperkirakan mencapai 3,28 juta hektare, meningkat 15,32 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sejalan dengan itu, potensi produksi padi diperkirakan mencapai 17,65 juta ton GKG, sementara potensi produksi beras mencapai 10,16 juta ton.

Meski demikian, BPS menegaskan bahwa angka potensi tersebut masih dapat berubah.

“Perubahan dapat terjadi tergantung kondisi pertanaman, seperti serangan hama, banjir, kekeringan, maupun pergeseran waktu panen oleh petani,” pungkas Ateng.

Exit mobile version