KONAWE – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara terus mendorong kemandirian sektor pertanian melalui penguatan program benih mandiri. Upaya tersebut ditandai dengan panen perdana hasil perbanyakan benih padi sekaligus penyaluran benih padi unggul “Sanggoleo Sultra” kepada kelompok tani di Wawotobi, Kabupaten Konawe, Selasa (20/1/2026).
Gubernur Sulawesi Tenggara, Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, menyampaikan bahwa program benih mandiri merupakan langkah strategis untuk memperkuat ketahanan pangan daerah. Menurutnya, ketersediaan benih unggul yang terjamin mutunya menjadi faktor penting dalam meningkatkan produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani.
Ia menegaskan, program tersebut tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan benih, tetapi juga pada pembangunan sistem perbenihan yang berkelanjutan dan berpihak pada petani. Melalui penguatan peran lembaga perbenihan daerah dan penangkar lokal, Pemprov Sultra berupaya memastikan kontinuitas pasokan benih berkualitas.
Dalam pelaksanaannya, pengembangan benih padi “Sanggoleo Sultra” dilakukan oleh UPTD Balai Perbanyakan Benih Tanaman Pangan di bawah Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan Provinsi Sulawesi Tenggara. Proses perbanyakan dilakukan dengan menjaga kemurnian genetik, kemudian dilanjutkan oleh penangkar benih binaan pemerintah daerah.
Untuk menjamin mutu, seluruh tahapan perbenihan dikawal oleh UPTD Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih Tanaman Pangan (BPSTP). Pengawasan dilakukan mulai dari proses produksi hingga benih siap disalurkan kepada petani, sehingga benih yang digunakan telah memenuhi standar sertifikasi.
