Visioner Indonesia juga menyoroti sejumlah rasio keuangan yang mengalami perbaikan, seperti CAR 37,32 persen, ROA 4,00 persen, dan ROE 17,79 persen. Sementara itu, rasio efisiensi BOPO turun menjadi 61,27 persen, yang menunjukkan operasional bank semakin efisien.
Tak hanya profitabilitas, kualitas aset Bank Sultra juga dinilai tetap terjaga. Rasio NPL Gross sebesar 1,07 persen dan NPL Net 0,31 persen menunjukkan bahwa ekspansi kredit masih berada dalam koridor prinsip kehati-hatian.
Akril menambahkan, capaian tersebut penting karena Bank Sultra memiliki peran strategis sebagai bank pembangunan daerah yang tidak hanya mengejar keuntungan, tetapi juga mendukung pembiayaan sektor produktif, UMKM, dan program pembangunan daerah.
“Kami berharap momentum positif ini terus dijaga. Penguatan layanan digital, peningkatan inklusi keuangan, serta dukungan terhadap ekonomi kerakyatan harus menjadi prioritas agar manfaat pertumbuhan bank benar-benar dirasakan masyarakat Sulawesi Tenggara,” ujarnya.
Visioner Indonesia optimistis, dengan tren kinerja yang terus membaik dan penguatan permodalan yang signifikan, Bank Sultra berpotensi menjadi salah satu bank pembangunan daerah yang paling progresif dan berdaya saing di kawasan timur Indonesia.
