JAKARTA— Kabar soal Bright Gas 3 kg bakal menggantikan LPG subsidi (gas melon) ramai beredar di media sosial. Foto tabung gas berwarna merah muda yang disebut-sebut sebagai produk baru dari Pertamina viral di platform X/Twitter.
Namun, PT Pertamina Patra Niaga memastikan informasi tersebut tidak benar. Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Heppy Wulansari, menegaskan pihaknya tidak memiliki produk Bright Gas 3 kg yang beredar di pasaran.
“Informasi tersebut hoaks. Belum ada seperti itu,” kata Heppy, dikutip dari Kompas.com, Minggu (2/2/2025). Heppy menambahkan bahwa hingga saat ini Pertamina hanya memproduksi Bright Gas dengan kemasan 5,5 kg dan 12 kg.
Direktur Gagas Nusantara, Romadhon, ikut menanggapi maraknya isu LPG subsidi ini. Menurutnya, masyarakat harus lebih berhati-hati terhadap pesan berantai yang beredar tanpa sumber jelas.
“Sekarang banyak hoaks terkait LPG subsidi. Masyarakat harus cerdas dan bisa langsung mengonfirmasi ke pihak Pertamina,” ujar Romadhon, Senin (3/01)
Hoaks soal LPG subsidi bukan barang baru. Beberapa faktor disebut membuat informasi menyesatkan ini cepat menyebar.
Pertama, literasi digital masyarakat yang masih rendah. Banyak orang yang belum terbiasa memeriksa keabsahan informasi sebelum membagikannya.
Kedua, isu LPG subsidi sensitif di masyarakat. Wacana pencabutan subsidi atau perubahan kebijakan gas 3 kg selalu jadi perhatian, sehingga berita yang belum jelas kebenarannya lebih cepat dipercaya.
Ketiga, penyebaran hoaks semakin mudah melalui media sosial dan aplikasi pesan instan. WhatsApp, Facebook, hingga X/Twitter sering menjadi sumber penyebaran informasi palsu.
