Amerika— Sebagai presiden baru AS, Trump berusaha meningkatkan tekanan pada Moskow untuk memulai negosiasi dengan Kyiv. Melalui sebuah unggahan di Truth Social pada Rabu, Trump menyatakan bahwa ekonomi Rusia sedang melemah dan mendesak Vladimir Putin untuk “segera menyelesaikan ini dan menghentikan perang yang konyol ini.”
Trump mengatakan bahwa tanpa adanya kesepakatan, ia tidak punya pilihan lain selain menerapkan pajak, tarif, dan sanksi tingkat tinggi terhadap semua barang yang dijual Rusia ke AS dan negara-negara lain yang terlibat.
Pernyataan ini menjadi upaya paling rinci Trump sejauh ini untuk mengakhiri perang di Ukraina. Dalam kampanye pemilihannya, ia mengklaim bahwa dirinya bisa mengakhiri perang tersebut “dalam 24 jam” jika terpilih.
“Marilah kita selesaikan perang ini, yang tidak akan pernah dimulai jika saya menjadi Presiden. Kita bisa melakukannya dengan cara mudah atau sulit, dan cara mudah selalu lebih baik,” ujar Trump.
Trump juga berjanji selama kampanye bahwa ia akan mengakhiri perang sebelum resmi menjabat. Ketika ditanya pada Senin berapa lama waktu yang dibutuhkan, ia menjawab, “Saya harus berbicara dengan Presiden Putin. Kita harus mencari jalan keluar.”
Media AS melaporkan bahwa Trump telah menginstruksikan utusannya, Keith Kellogg, untuk menyelesaikan perang dalam waktu 100 hari.
Pejabat tinggi Rusia menunjukkan kesiapan untuk berdialog dengan Trump dalam pernyataan baru-baru ini. Putin bahkan memuji kesediaan Trump untuk “memulihkan kontak langsung dengan Rusia” pada Senin.
Dalam upaya menarik perhatian Trump, Putin menyebutnya sebagai sosok berani, merujuk pada percobaan pembunuhan terhadap Trump di sebuah kampanye di Butler, Pennsylvania, pada 13 Juli.
Namun, retorika Trump terhadap Rusia kini lebih keras dibanding sebelumnya, menunjukkan salah satu kritik publik terkuatnya terhadap Putin dan kepemimpinannya.
