Akhir Tahun 2024: Polri Hadapi Darurat Narkoba dan Pinjol, JAN Apresiasi Kinerja

Jakarta— Di penghujung tahun 2024, Polri terus menunjukkan komitmennya dalam memberantas dua tantangan besar yang mencoreng kehidupan sosial dan ekonomi Indonesia: narkoba dan pinjaman online (pinjol) ilegal. Berbagai pihak, termasuk Jaringan Aktivis Nusantara (JAN), memberikan apresiasi atas langkah konkret Polri di bawah kepemimpinan Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang telah memberikan hasil nyata dalam menjaga keamanan bangsa.

Bareskrim Polri Bongkar Pabrik Narkoba Besar

Salah satu pencapaian terbaru adalah keberhasilan Bareskrim Polri dalam membongkar pabrik narkoba di Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Dari penggerebekan tersebut, Polri menyita barang bukti senilai Rp670 miliar dan menangkap tiga orang tersangka. Wakabareskrim Polri, Irjen Pol Asep Edi Suheri, menegaskan bahwa perang melawan narkoba adalah prioritas tanpa kompromi.

“Tindak lanjut arahan Bapak Presiden dan Kapolri jelas: narkoba adalah musuh yang harus diberantas habis-habisan,” ujar Irjen Asep dalam konferensi pers, Kamis kemaren.

Menurut data Badan Narkotika Nasional (BNN), nilai peredaran narkoba di Indonesia mencapai Rp524 triliun per tahun. Fakta ini diperburuk dengan keterlibatan 3,6 juta penduduk, termasuk 312 ribu anak muda, dalam penyalahgunaan narkoba. Langkah Polri dalam menggagalkan peredaran narkoba menjadi salah satu penyelamat bagi generasi bangsa.

Pinjol Ilegal: Masalah Lain yang Menjerat Rakyat

Selain narkoba, Polri juga berhasil memberantas pinjol ilegal yang semakin masif menyengsarakan masyarakat. Berdasarkan laporan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sepanjang 2024, kerugian masyarakat akibat pinjol ilegal mencapai Rp13,6 triliun. Polri telah menindak lebih dari 500 platform ilegal yang sering memanfaatkan kesulitan ekonomi masyarakat dengan cara-cara intimidatif.

Romadhon Jasn, Ketua JAN, memuji langkah ini sebagai bukti nyata komitmen Polri dalam melindungi rakyat. “Pinjol ilegal tidak hanya menyengsarakan ekonomi masyarakat, tetapi juga memicu masalah sosial yang serius. Langkah Polri sesuai dengan semangat presisi dan profesionalisme,” ujar Ketua JAN, Jumat (13/12/2024)

Kepercayaan Publik Terhadap Polri Meningkat

Meskipun Polri kerap menghadapi kritik, kepercayaan publik terhadap institusi ini terus meningkat. Berdasarkan survei Lembaga Survei Indonesia (LSI), tingkat kepercayaan publik terhadap Polri mencapai 72% pada akhir tahun 2024, naik signifikan dari 64% pada awal tahun.

Exit mobile version