Jakarta— Wasekjen BRP (Badan Relawan Prabowo) Romadhon, menyatakan dukungan penuh terhadap inovasi “susu ikan” sebagai salah satu alternatif gizi untuk masyarakat. Produk turunan dari Hidrolisat Protein Ikan (HPI) ini diyakini memiliki potensi besar dalam mendukung pemenuhan kebutuhan protein bagi berbagai kelompok masyarakat, termasuk mereka yang mengalami intoleransi laktosa dan sedang dalam masa pemulihan kesehatan.
Wasekjen BRP menyebutkan bahwa susu ikan ini tidak dimaksudkan untuk menggantikan susu sapi, melainkan untuk melengkapi sumber protein dalam diet harian. “Susu ikan hadir sebagai alternatif tambahan yang menawarkan manfaat nutrisi khusus dari protein ikan. Ini bisa menjadi pilihan yang baik, terutama bagi mereka yang kesulitan mencerna produk susu sapi,” jelas Romadhon dalam pernyataan resminya, Rabu (18/9).
Pernyataan tersebut sejalan dengan pendapat Profesor Ekowati Chasanah, Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Bioindustri Laut dan Darat BRIN. Menurutnya, HPI yang menjadi bahan utama susu ikan menawarkan keunggulan nutrisi berupa asam amino esensial yang baik untuk tubuh. Namun, ia menegaskan bahwa susu ikan bukanlah pengganti protein dari susu sapi.
“Susu ikan ini berfungsi melengkapi kebutuhan protein, terutama bagi orang yang intoleran terhadap laktosa. Kelebihannya adalah protein ikan yang mudah diserap tubuh dan mengandung asam amino yang baik,” kata Prof. Ekowati dalam konferensi pers.
Pembukaan Lapangan Kerja dan Penguatan Industri Perikanan
Selain manfaat gizi, susu ikan juga memberikan dampak positif bagi perekonomian, terutama bagi sektor perikanan. Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP), Budi Sulistyo, menyebutkan bahwa program susu ikan bisa membuka lebih dari 195.796 lapangan kerja baru di berbagai sektor, mulai dari industri hingga nelayan di tingkat hulu.
Jika 1% dari kebutuhan susu nasional sebesar 4,1 juta ton dapat dipenuhi oleh susu ikan, ini berarti sebanyak 86.403 nelayan akan terlibat dalam rantai pasok, sementara industri Hidrolisat Protein Ikan (HPI) dapat menyerap 73.800 tenaga kerja, dan industri susu ikan dapat menambah 35.593 tenaga kerja.
