“Dengan May Day ini semoga perjuangan-perjuangan yang selama ini kita gembar gemborkan, yang kita perjuangkan bisa terealisasi sesuai dengan cita-cita buruh kita semua,” imbuh Sumarsih.
Sementara itu, Seorang pekerja rumah tangga dari Pringsewu, Lampung, Juwita, menempuh perjalanan panjang bersama puluhan rekannya menggunakan bus demi mengikuti peringatan May Day di ibu kota. Kehadirannya tidak hanya untuk memperingati May Day, tetapi juga dilandasi antusiasme untuk dapat melihat langsung Presiden Prabowo serta menyampaikan harapannya di hari buruh ini.
“Sangat bahagia sekali justru ke sini berbondong-bondong pengen lihat Pak Presiden Prabowo. Saya ingin kinerjanya lebih baik lagi. Saya bangga dengan Pak Presiden,” ujar Juwita antusias.
Ragam kisah dari Serang, Cimahi, hingga Lampung yang bertemu di Monas hari ini menggambarkan denyut kehidupan buruh Indonesia yang penuh kerja keras, harapan, dan semangat kolektif. Peringatan Hari Buruh Internasional tahun ini bukan sekadar perayaan, melainkan panggung aspirasi rakyat pekerja yang terus hidup dan menguat.
