KENDARI – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara terus mendorong sektor pariwisata sebagai penggerak utama Pendapatan Asli Daerah (PAD). Hal ini ditegaskan Kepala Dinas Pariwisata Sultra dalam kegiatan Fun Trip Harmoni Sultra 2026.
Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa potensi wisata Sultra sangat besar dan dapat berkembang seperti destinasi unggulan nasional seperti Gilimanuk, Gili Trawangan, dan Labuan Bajo jika dikelola secara optimal.
Berdasarkan perhitungan yang dilakukan, satu paket perjalanan wisata long trip mampu menghasilkan Rp22–25 juta per hari. Jika diakumulasikan selama satu tahun, potensi pendapatan dapat mencapai Rp8–10 miliar. Setelah dikurangi biaya operasional dan perawatan, kontribusi bersih terhadap PAD diperkirakan berada di kisaran Rp4–5 miliar per tahun.
“Pariwisata akan menjadi penopang PAD Sultra jika dikelola maksimal, sebagaimana arahan Gubernur,” ujarnya, Minggu, 26/4/2026.
Dalam kegiatan tersebut, peserta diajak mengunjungi lima destinasi unggulan, dimulai dari Tanjung Kartika dengan atraksi wisata air, dilanjutkan ke Pulau Hari untuk aktivitas diving. Rombongan kemudian menuju Saponda Laut untuk snorkeling serta melihat potensi desa wisata, sebelum akhirnya berlabuh di Pulau Bokori yang menawarkan berbagai atraksi dan fasilitas menginap.
