Jakarta— Mantan Menteri Kesehatan RI, Dr. dr. Siti Fadilah Supari, Sp.JP(K), kembali menjadi sorotan setelah menyampaikan saran langsung kepada Presiden RI, Prabowo Subianto. Dalam sebuah unggahan video di akun Instagram pribadinya @siti_fadilah_supari yang dipantau pada Jumat, 24/1/2025, ia mengimbau Presiden Prabowo untuk mempertimbangkan kebijakan tegas terkait Pandemic Agreement dan International Health Regulations (IHR) Amendments.
Dalam videonya, Siti Fadilah mengawali dengan merujuk pada kebijakan terbaru Presiden Amerika Serikat Donald Trump, yang secara mengejutkan memutuskan untuk keluar dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Trump mengungkapkan kekecewaannya terhadap WHO, yang menurutnya gagal menjalankan perannya secara independen dan cenderung terpengaruh oleh politik internasional.
Mengomentari langkah tersebut, Siti Fadilah menyampaikan keprihatinannya terhadap kedaulatan Indonesia jika tetap berkomitmen pada Pandemic Agreement dan IHR Amendments. “Pak Prabowo yang saya hormati, demi keselamatan dan kedaulatan negara, kami mohon untuk keluar dari Pandemic Agreement, keluar dari IHR Amendments, serta mencabut ketentuan mandatory vaksin di UU Omnibus Law Kesehatan,” ujarnya.
Pandemic Agreement merupakan inisiatif global yang saat ini sedang dinegosiasikan oleh 194 negara anggota WHO. Perjanjian ini dirancang untuk meningkatkan kesiapsiagaan, respons pandemi, dan memperkuat kerja sama antarnegara. Meski demikian, perjanjian ini juga menuai kritik, terutama terkait potensi pelanggaran kedaulatan negara anggota.
mempertanyakan perjanjian ini. Beberapa negara, seperti Rusia, telah lebih dulu menolak keterlibatan dalam Pandemic Agreement dan IHR Amendments. Proses finalisasi perjanjian ini direncanakan mencapai puncaknya pada Mei 2025, ketika pemungutan suara akan dilakukan.
