News  

JSN Apresiasi Islah Gus Yahya dan Kiai Miftach Sepakat Gelar Muktamar NU Bersama

Ketua Umum Jaringan Santri Nusantara (JSN), Mochammad Thoha

“NU adalah rumah besar. Perbedaan harus diselesaikan dengan adab, musyawarah, dan tabayyun, bukan dengan saling menegasikan apalagi saling tuduh satu sama lain. Ini Ormas keagamaan yang didirikan para ulama,” ujarnya.

Ia juga berharap seluruh elemen warga NU dapat menerima hasil islah tersebut dengan lapang dada dan menghentikan polemik yang berpotensi memperlebar perpecahan. Menurutnya, perbedaan yang terjadi hendaknya dijadikan pelajaran untuk memperkuat tata kelola organisasi ke depan.

“Sudah saatnya semua pihak kembali bergandengan tangan. NU besar karena persatuan dan keteladanan para ulamanya”, ucap Thoha.

Lebih lanjut, Thoha berharap hasil islah tersebut dapat segera ditindaklanjuti dengan langkah-langkah konkret menuju pelaksanaan muktamar bersama, sehingga NU kembali solid dan fokus menjalankan perannya sebagai penjaga persatuan umat dan bangsa.

“Kalau para ulama sudah berislah, maka tugas kita sebagai santri adalah mengawal persatuan itu menjaga NU adalah tugas kita sebagai santri,” pungkasnya.

Exit mobile version