News  

Jam Kiamat 2025: Ilmuwan Umumkan Posisi Terbaru, Apakah Dunia Makin Dekat ke Titik Kehancuran?

Ilustrasi

Washington, D.C. – Ilmuwan dari Bulletin of the Atomic Scientists (BAS) telah resmi memperbarui posisi Doomsday Clock atau Jam Kiamat pada Selasa, 28 Januari 2025. Simbol yang mencerminkan ancaman global ini kembali menjadi peringatan bagi dunia tentang berbagai krisis yang dapat membawa kehancuran bagi umat manusia.

Dalam siaran langsung yang disiarkan melalui kanal YouTube @BulletinAtomic, para ilmuwan menjelaskan faktor-faktor yang memengaruhi keputusan mereka. Dengan ketegangan geopolitik yang meningkat, risiko senjata nuklir, serta dampak perubahan iklim yang semakin ekstrem, dunia kini berada dalam kondisi yang semakin mengkhawatirkan.

Apakah Kita Makin Dekat ke Tengah Malam?

Sejak tahun 2023, Jam Kiamat berada di posisi 90 detik menuju tengah malam, rekor terdekat sepanjang sejarah. Tahun ini, para ilmuwan mempertimbangkan apakah kondisi global semakin memburuk atau menunjukkan tanda-tanda perbaikan.

“Situasi dunia saat ini sangat kompleks. Ketegangan antara negara-negara besar, risiko perang nuklir, perkembangan kecerdasan buatan yang belum terkontrol, serta dampak perubahan iklim membuat kita harus lebih waspada,” ujar Dr. Rachel Bronson, Presiden dan CEO Bulletin of the Atomic Scientists.

Faktor-Faktor Penentuan Jam Kiamat 2025

Para ilmuwan BAS mempertimbangkan berbagai aspek utama dalam memperbarui posisi Jam Kiamat, termasuk:

• Ketegangan Nuklir: Ancaman dari persenjataan nuklir Rusia, peningkatan kapasitas nuklir Korea Utara, serta ketidakpastian terkait kebijakan nuklir negara-negara besar.

• Konflik Global: Perang yang masih berkecamuk di Ukraina dan Timur Tengah, yang berpotensi meluas dan memicu ketidakstabilan global.

• Teknologi Kecerdasan Buatan: Perkembangan AI yang pesat membawa potensi manfaat, tetapi juga ancaman serius, seperti penyebaran disinformasi dan penggunaan AI dalam perang siber.

Exit mobile version