Pemprov Sultra juga merencanakan atraksi spektakuler berupa pertunjukan terjun payung yang akan digelar bekerja sama dengan TNI Angkatan Udara dalam rangkaian peringatan Hari Dirgantara.
Atraksi tersebut diproyeksikan menjadi salah satu daya tarik utama yang diharapkan mampu menarik perhatian masyarakat maupun wisatawan.
Untuk menambah kemeriahan puncak perayaan, pemerintah daerah juga berencana menghadirkan artis nasional yang akan tampil dalam panggung hiburan rakyat.
Selain itu, rangkaian kegiatan wisata juga akan dikemas dalam bentuk funtrip yang mengajak peserta mengunjungi berbagai destinasi unggulan di Sulawesi Tenggara, seperti Pulau Bokori, Pulau Hari, Saponda Dalam, Saponda Luar, dan Tanjung Kartika.
Ridwan menegaskan bahwa penyelenggaraan HUT Sultra tahun ini mengusung konsep kolaborasi pentahelix, yakni kerja sama antara pemerintah, pelaku usaha, akademisi, komunitas, dan media.
“Dalam penyelenggaraannya kami melibatkan berbagai pihak, mulai dari pelaku usaha perjalanan wisata, sektor perhotelan, hingga komunitas kreatif. Tujuannya agar kegiatan ini benar-benar berdampak pada peningkatan sektor pariwisata dan ekonomi lokal,” jelasnya.
Melalui konsep festival yang lebih terbuka dan inovatif, pemerintah daerah berharap momentum HUT ke-62 Sultra dapat menjadi ajang promosi besar bagi potensi wisata dan budaya daerah, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
