Fokus diarahkan pada penguatan layanan kesehatan dan pengendalian penyakit menular.
“Tidak boleh lagi ada masyarakat yang ditolak di rumah sakit, apalagi sampai meninggal karena pelayanan tidak optimal,” tegas ASR.
Pembangunan difokuskan pada peningkatan produktivitas pertanian dan perluasan lahan tanam. Sultra juga akan mendorong berdirinya Badan Pangan Daerah demi mewujudkan ketahanan pangan jangka panjang.
Pemprov menargetkan peningkatan kondisi jalan mantap dari 66,57% pada 2024 menjadi 95% pada 2030. Jalan yang bagus akan membuka akses ekonomi, pendidikan, hingga layanan kesehatan bagi seluruh masyarakat.
Selain itu, Gubernur juga menekankan pentingnya memberdayakan ekonomi kerakyatan, khususnya masyarakat kecil yang menggantungkan hidup dari sektor informal dan potensi lokal. Pemerintah akan memberi perhatian khusus untuk mendorong pelaku UMKM, petani, dan nelayan agar lebih berdaya dan mandiri.
Dalam sambutannya, Gubernur juga memberi penegasan kepada seluruh OPD tidak boleh ada yang mewakilkan kehadiran dalam pembahasan RPJMD. Ini bukan acara seremonial. Ini arah kita lima tahun ke depan. Saya minta semua hadir dan serius.
Ia berharap pembahasan Raperda RPJMD dapat berjalan lancar dan produktif, serta menjadi dokumen hidup yang menjadi pedoman bagi setiap kebijakan dan program daerah.
“Mari kita satukan visi, bersinergi, dan bekerja bersama untuk menjadikan Sulawesi Tenggara lebih maju, tangguh, dan bermartabat. Bukan hanya di tingkat nasional, tapi juga berdaya saing global,” tutup ASR.
Rapat Paripurna DPRD ini dihadiri oleh jajaran pimpinan DPRD, anggota dewan, Forkopimda, pimpinan instansi vertikal, perwakilan kementerian/lembaga, BUMN, serta seluruh kepala OPD lingkup Pemprov Sultra.
