Jakarta— Puluhan Mahasiswa yang tergabung dalam Keluarga Mahasiswa Sulawesi Tenggara Jakarta (Kamasta) mengelar aksi unjuk rasa di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia (RI), Jum’at, 28/6/24.
Mereka mendesak KPK untuk segera memanggil dan memeriksa Kepala unit kerja pengadaan barang dan jasa (UKPBJ) Sekretariat Daerah Kabupaten Buton Tengah (Buteng) Provinsi Sulawesi Tenggara karena diduga ikut terlibat dalam skandal pengaturan proyek di Buteng.
“Berdasarkan data-data yang kami terima dan pantauan server ULP Buteng ada dugaan rekayasa dan kongkalingkong pengadaan barang dan Jasa yang terjadi di pemerintah daerah kabupaten Buteng,” tutur Akril di Jakarta.
Lebih lanjut Ketua Umum Kamasta mengatakan rekayasa dan kongkalingkong pada proses tender proyek di Buteng diduga kuat melibatkan oknum pokja di ULP menjadi dalang dalam memonopoli proyek- proyek di Buton Tengah.
“Pada tahun-tahun sebelumnya proses tender proyek di Pemda Buteng diduga sangat tidak transparan hal tersebut diduga ada pengaturan server untuk proses tender, hal tersebut bertujuan untuk membatasi peserta lain untuk melakukan penawaran,” ungkapnya.
Unit Layanan Pengadaan (ULP) Buton Tengah yang merupakan panitia lelang Proyek diduga melakukan cara-cara melanggar hukum pasalnya server Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) kerap terganggu pada saat penawaran ataupun saat masa sanggah.
