JAKARTA — Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara melalui Dinas Pariwisata (Dispar) melakukan kunjungan kerja dan audiensi strategis ke Kementerian Pariwisata Republik Indonesia (Kemenpar), Selasa (3/2/2026). Pertemuan ini bertujuan memperkuat sinergi pusat dan daerah dalam mempercepat pengembangan pariwisata Sulawesi Tenggara sebagai destinasi unggulan nasional dan internasional.
Dalam audiensi tersebut, Dispar Sultra memaparkan potensi pariwisata daerah yang mencakup wisata bahari kelas dunia, kekayaan alam dan geowisata, wisata budaya dan sejarah, serta pengembangan pariwisata berkelanjutan yang terintegrasi dengan penguatan ekonomi masyarakat lokal.
Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Tenggara, Ridwan Badallah, menyebut provinsinya memiliki keragaman destinasi wisata yang sangat besar. Berdasarkan data profil kepariwisataan terbaru, Sulawesi Tenggara tercatat memiliki 2.067 daya tarik wisata yang tersebar di wilayah daratan dan kepulauan.
“Potensi tersebut meliputi 325 desa wisata, 226 pantai, 123 titik selam, 137 air terjun, 324 gua termasuk gua selam serta ratusan benteng bersejarah, danau, hingga kawasan geowisata,” kata Ridwan.
Menurutnya, kekayaan tersebut menempatkan Sulawesi Tenggara sebagai salah satu provinsi dengan potensi pariwisata alam dan budaya yang kompetitif, khususnya pada sektor pariwisata bahari.
Dalam kebijakan nasional, Sulawesi Tenggara masuk dalam 10 Destinasi Pariwisata Prioritas (DPP) dan tiga Destinasi Pariwisata Regeneratif sebagaimana tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025 tentang RPJMN 2025–2029. Wakatobi menjadi destinasi utama yang ditetapkan sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN).
Selain itu, kawasan Baubau, Kendari, dan Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai masuk dalam Kawasan Pengembangan Pariwisata Nasional (KPPN). Di tingkat daerah, Pemprov Sultra juga menetapkan sejumlah destinasi penyangga DPP Wakatobi, antara lain Benteng Keraton Wolio, Pantai Toronipa, Labengki, Pulau Padamarang, Karst Matarombeo, Karst Pulau Muna, Mangrove Buton Utara, serta Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai.
Pemerintah daerah berharap pengembangan kawasan-kawasan tersebut dapat menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi melalui pariwisata dan ekonomi kreatif.
