JAKARTA — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat korban meninggal dunia akibat banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Aceh, Sumatra Utara (Sumut), dan Sumatra Barat (Sumbar) mencapai 174 orang hingga Jumat (28/11) sore.
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto mengungkapkan, korban terbesar berasal dari Sumatra Utara, yakni 116 orang. Selain itu, 42 orang masih dinyatakan hilang dan saat ini dalam proses pencarian.
Suharyanto menyatakan data korban masih berpotensi bertambah. Sejumlah titik bencana, khususnya kawasan longsor, masih belum dapat ditembus oleh tim di lapangan karena masih dalam proses penanganan. Ia menyebut, ada indikasi masih terdapat korban jiwa di area yang belum berhasil diakses.
“Tentu data ini akan berkembang terus, karena masih ada titik-titik yang belum bisa ditembus. Kemungkinan ada korban jiwa di lokasi longsor yang belum bisa tembus itu,” kata Suharyanto dalam konferensi pers yang disiarkan melalui YouTube resmi BNPB.
Untuk wilayah Aceh, korban meninggal tercatat sebanyak 35 orang, dengan 25 orang masih hilang dan 8 lainnya mengalami luka-luka. Sementara di Sumatra Barat, jumlah korban tewas mencapai 23 orang, 12 orang masih hilang, serta 4 orang luka-luka.
