Hal ini penting untuk memastikan bahwa proses penanganan kasus berjalan objektif serta menghormati asas keadilan.
“Ada korban (Perempuan) yang perlu dilihat, secara mental akan terganggu, skilogis akan tertekan dan dogmatisasi publik yang akan menyerang menjadikan pesan moril bahwa keadilan tetap harus berpihak pada korban” Ujar Didin Alkindi.
Alumni Pascasarjana UNAS Jakarta tersebut menegaskan bahwa ketegasan tersebut menjadi bukti nyata komitmen TNI dalam melakukan pembenahan internal dan memperkuat pengawasan terhadap perilaku prajurit di lapangan.
Penegakan disiplin secara konsisten diyakini akan berdampak positif terhadap citra dan kepercayaan masyarakat terhadap institusi TNI.
Publik pun berharap agar proses hukum terhadap dugaan pelanggaran berat tersebut dapat dituntaskan secara profesional, terbuka, dan akuntabel.
“Dengan demikian, keadilan dapat ditegakkan sekaligus menjadi pelajaran bagi seluruh prajurit agar senantiasa menjunjung tinggi hukum, etika, dan nilai-nilai keprajuritan dalam menjalankan tugas negara.” Tutup Didin.
