Air Mata Gubernur Tumpah di Rumah Duka: Bocah 8 Tahun Korban Tabrak Lari di Kendari

Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumanggeruka sambangi rumah duka keluarga tabrak lari di Kendari

“Anak-anak tidak seharusnya berada di jalan untuk mencari nafkah. Risiko di sana terlalu besar,” kata Andi Sumangerukka, suaranya bergetar.

Tragedi ini, menurutnya, menjadi peringatan keras bagi semua pihak bahwa kemiskinan sering kali memaksa anak-anak menghadapi bahaya yang seharusnya tidak mereka tanggung. Ia meminta pemerintah di semua tingkatan agar lebih serius memastikan bantuan sosial benar-benar menjangkau keluarga yang membutuhkan.

Sebagai langkah konkret, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara berjanji akan memfasilitasi pekerjaan bagi kedua orang tua korban melalui skema outsourcing sesuai kemampuan mereka. Pemerintah juga akan membantu renovasi rumah keluarga korban agar lebih layak dan aman untuk ditinggali.

Sementara itu, Plt. Lurah Pondambea, Safaruddin Bacmid, menyampaikan bahwa keluarga N memang telah lama menjadi perhatian pemerintah setempat. Pendataan dan pembinaan telah dilakukan, dan pasca-kejadian ini, pendataan ulang kembali digencarkan agar bantuan sosial benar-benar tepat sasaran.

“Ekonominya memang di bawah rata-rata, tapi anak-anak tetap sekolah. Orang tuanya berjuang sebisanya,” ujarnya.

Keluarga korban diketahui berasal dari Jawa dan telah lama menetap di Kendari. Seluruh anak mereka lahir dan tumbuh di kota ini. N adalah bagian dari Kendari dan kepergiannya meninggalkan luka yang tak mudah sembuh.

Exit mobile version