News  

su Posisi Duduk Gibran di Sidang Kabinet, Hanya Pemburu Sensasi yang Terusik

“Penjelasan Istana sudah sangat jelas dan rasional. Tidak ada makna politik di balik pengaturan tempat duduk. Ini urusan kepraktisan, bukan isyarat ketidakharmonisan,” kata Romadhon.

RKIH Muda menilai pihak-pihak yang terus memperdebatkan hal ini justru menunjukkan bahwa mereka kehabisan isu untuk mengkritik kinerja pemerintah. Dengan sibuk membicarakan hal-hal remeh, mereka dinilai mengalihkan perhatian publik dari kerja nyata Gibran dan pemerintahan yang fokus pada kesejahteraan rakyat.

“Sebaiknya perhatian diarahkan pada program prioritas seperti Makan Bergizi Gratis yang terus diperluas dan dirasakan manfaatnya, atau pembangunan infrastruktur di daerah 3T. Itu yang kita tunggu pengawasannya,” pungkas Romadhon.

RKIH Muda mendorong seluruh elemen publik untuk tetap fokus pada isu-isu substantif dan mendukung pemerintah dalam menjalankan program-program pembangunan yang berdampak nyata, serta tidak terjebak pada isu-isu yang tidak produktif dan hanya memecah belah.

Exit mobile version