News  

Sekjen Visioner Indonesia: Distorsi Narasi “Jangan Boros” Jadi “Matikan Kompor” Bukti Krisis Literasi Informasi

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia

Lebih lanjut, ia menyoroti pentingnya perbaikan gaya komunikasi pejabat publik agar lebih adaptif terhadap kondisi psikologis dan ekonomi masyarakat. Di sisi lain, media dan masyarakat juga diminta untuk lebih bertanggung jawab dalam menyebarkan informasi.

“Komunikasi publik harus presisi, tetapi literasi publik juga harus ditingkatkan. Ini tanggung jawab bersama antara pemerintah, media, dan masyarakat,” tambahnya.

Akril mengajak seluruh elemen bangsa untuk tidak terjebak dalam polemik yang kontraproduktif, melainkan fokus pada upaya menjaga ketahanan energi nasional melalui langkah sederhana seperti penghematan konsumsi di tingkat rumah tangga.

“Persatuan dan kesadaran kolektif adalah kunci menghadapi ketidakpastian global. Jangan sampai kita terpecah hanya karena narasi yang tidak utuh,” pungkasnya.

Exit mobile version