Rusia dan Ukraina Saling Serang Beberapa Jam setelah Panggilan Putin-Trump

MOSKOW – Ketegangan antara Rusia dan Ukraina kembali memanas setelah kedua negara melancarkan serangan udara yang merusak infrastruktur masing-masing. Insiden ini terjadi hanya beberapa jam setelah Presiden Rusia Vladimir Putin berbicara melalui telepon dengan Presiden AS Donald Trump, di mana Putin mengatakan Rusia akan berhenti menargetkan lokasi energi Ukraina.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menuduh Rusia tetap menyerang fasilitas sipil, termasuk rumah sakit di Sumy. “Serangan seperti ini menghancurkan sektor energi, infrastruktur, dan kehidupan normal warga Ukraina,” kata Zelensky, mengutip laporan BBC. Ia menambahkan bahwa lebih dari 40 pesawat nirawak Rusia menyerang Ukraina setelah panggilan telepon Putin-Trump.

Sementara itu, di Rusia, serangan pesawat nirawak Ukraina memicu kebakaran di sebuah depot minyak di wilayah Krasnodar. Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim telah mencegat 57 pesawat nirawak Ukraina, dengan 35 di antaranya ditembak jatuh di wilayah perbatasan Kursk. Gubernur Belgorod, yang berbatasan langsung dengan Ukraina, menyebut situasi di wilayahnya masih “sulit”.

Panggilan telepon antara Putin dan Trump sebelumnya diharapkan dapat membuka jalan bagi gencatan senjata. Namun, Putin menolak usulan gencatan senjata penuh, dengan syarat agar sekutu Ukraina menghentikan bantuan militer—syarat yang sebelumnya ditolak oleh negara-negara Eropa.

Exit mobile version