BANJARBARU — Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa arah pembangunan nasional tidak boleh berhenti pada angka pertumbuhan ekonomi semata. Menurutnya, pertumbuhan hanya akan bermakna apabila dibarengi dengan pemerataan manfaat yang benar-benar dirasakan oleh seluruh rakyat.
Hal tersebut disampaikan Presiden Prabowo dalam peresmian program Sekolah Rakyat, Senin (12/1/2026). Kepala Negara menekankan bahwa sistem pembangunan yang gagal menghadirkan pemerataan berisiko kehilangan relevansinya bagi kepentingan bangsa.
“Pertumbuhan harus disertai oleh pemerataan. Suatu sistem yang tidak cepat mengupayakan pemerataan, sistem itu kurang bermanfaat bagi sebuah bangsa,” ujar Presiden.
Presiden mengingatkan bahwa semangat bernegara Indonesia, sebagaimana tertuang dalam Pembukaan UUD 1945, secara tegas menempatkan kesejahteraan umum sebagai tujuan utama kemerdekaan. Oleh karena itu, setiap kebijakan negara harus dirancang untuk melindungi dan menyejahterakan seluruh lapisan masyarakat, bukan hanya kelompok tertentu.
“Tujuan kita merdeka adalah membawa kehidupan yang lebih baik untuk seluruh rakyat Indonesia. Itu yang sejak awal ditekankan para pendiri bangsa,” katanya.
