• Muh. Sofian sebagai Direktur Keuangan dan Administrasi Umum.
Gubernur menekankan bahwa proses seleksi dilakukan secara terbuka, melibatkan tim ahli dan panitia seleksi independen, tanpa intervensi politik.
“Tidak ada titipan, tidak ada kepentingan pribadi. Semua melalui seleksi terbuka yang profesional. Ini murni demi pembenahan manajemen dan peningkatan kinerja BUMD,” jelasnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa masa jabatan direksi sebelumnya telah berakhir 18 bulan lalu, sehingga penyegaran ini menjadi hal yang mendesak demi kelangsungan operasional perusahaan.
Dalam arahannya, Gubernur menyampaikan harapan besar kepada jajaran yang baru dilantik. Ia ingin PERUMDA Utama Sultra tidak hanya menjadi simbol perusahaan daerah, tetapi menjadi ujung tombak dalam menciptakan nilai ekonomi baru, memperluas lapangan kerja, dan meningkatkan pendapatan daerah (PAD).
“Saya ingin semua kegiatan bisnis strategis daerah dikelola oleh PERUMDA. Bukan sekadar cari untung, tapi juga berdampak langsung ke masyarakat,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya peran Dewan Pengawas dalam memastikan direksi bekerja sesuai regulasi dan prinsip good corporate governance.
Gubernur mengajak jajaran PERUMDA untuk aktif membangun kemitraan dengan BUMN, swasta, dan pemerintah kabupaten/kota. Ia mendorong lahirnya terobosan dan inovasi bisnis, namun tetap mengedepankan prinsip transparansi, tanggung jawab, dan profesionalisme.
“Direksi harus bisa berpikir out of the box. Jangan hanya bergantung pada subsidi atau APBD. Bangun unit bisnis yang mandiri dan berkelanjutan,” pesannya.
