Opini  

Perangi Israel Dengan Gerakan BDS

Edwin Partogi Pasaribu

Di wilayah budaya, sikap boikot ditunjukan band asal Jakarta, Reality Club mengundurkan diri dari Festival South by Southwest (SXSW) di Amerika Serikat (AS) yang digelar Maret lalu. Reality Club mundur usai mengetahui pihak yang terlibat genosida di Gaza terlibat mensponsori festival tersebut. Sikap yang sama pernah ditunjukkan beberapa musisi besar, seperti Stevie Wonder, Carlos Santana, dan Lauryn Hill. Selain itu, ada kampanye untuk memboikot festival film internasional yang didukung pemerintah Israel sebagai bentuk dukungan terhadap gerakan BDS.

Situasi krisis Gaza bahkan membuahkan dukungan baru eksistensi Palestina. Pada 28 Mei 2024, Irlandia, Norwegia, dan Spanyol menjadi negara terbaru yang mengakui Palestina sebagai negara. Dengan pengakuan ini, total ada 145 negara dari 193 negara anggota PBB yang mengakui Palestina. Selain itu, Tahta Suci Vatikan yang bukan anggota PBB juga mengakui Palestina.

Protes terhadap Israel juga ditunjukkan sejumlah negara dengan menarik duta besar mereka atau menangguhkan hubungan diplomatik dengan Israel. Negara-negara di wilayah Timur Tengah seperti Yordania, Bahrain dan Turki, memulangkan duta besar mereka. Aksi ini disusul oleh Chad dan beberapa negara di Amerika Latin, seperti Cile, Honduras, dan Kolombia. Langkah ini juga diikuti Bolivia dan Belize.

Jalan lain menekan Israel dilakukan Kanada, Italia, Jepang, Belgia dan Spanyol yang mengumumkan akan menghentikan penjualan senjata ke Israel. Sayangnya, keputusan-keputusan ini sepertinya tidak akan berdampak pada serangan di Gaza. Sebab lebih dari 95% impor senjata Israel berasal dari Amerika Serikat dan Jerman, yang jelas tidak memberikan tanda-tanda akan menghentikannya.***

Exit mobile version