Pemuda Ini Sebut SKI Layak Pimpin Kota Kendari

Menteri Pergerakan BEM UHO, Alfansyah. Foto: Dok Pribadi

Dalam perjalanan kampanyenya, SKI tidak hanya berbicara tentang visi dan misi. Ia menjadikan setiap pertemuan sebagai ruang dialog. Dalam diskusi-diskusi ini, mahasiswa merasa memiliki peran penting, bukan sekadar penonton. Mereka bisa langsung mengajukan pertanyaan dan memberikan kritik, sementara SKI dengan rendah hati menerima masukan tersebut.

Menurutnya keterbukaan SKI dalam berdiskusi menunjukkan komitmennya untuk membangun hubungan yang saling menguntungkan antara pemimpin dan masyarakat utamanya anak-anak muda. Ia memahami bahwa kepemimpinan bukan hanya tentang mengatur, tetapi juga tentang melayani. 

“Dengan pendekatan ini, SKI berhasil menarik perhatian dan dukungan luas, terutama dari kalangan muda yang selama ini merasa diabaikan”, ucapnya,

Pemuda Jati Mekar ini mengatakan ditengah maraknya calon wali kota yang sekadar mengandalkan popularitas, SKI menawarkan sesuatu yang berbeda. Ia adalah contoh nyata bagaimana seorang pemimpin seharusnya: siap mendengarkan, berani berdialog, dan peka terhadap kebutuhan masyarakat. Dalam pandangannya, mahasiswa bukan hanya pemilih; mereka adalah mitra dalam pembangunan kota.

“Kini, Kendari menanti dengan penuh harapan. SKI adalah simbol dari generasi baru yang siap mengubah wajah kota Kendari. Dengan keberaniannya berdeialektika dengan mahasiswa, ia menunjukkan bahwa kepemimpinan yang baik adalah tentang kolaborasi, bukan dominasi. Seiring hari pemilihan semakin dekat, masyarakat Kendari bersiap untuk memberikan suara mereka suara untuk masa depan yang lebih cerah Kota Kendari,” tutupnya.

Exit mobile version