Selain fokus pada kebencanaan, apel kesiapsiagaan ini juga menjadi bagian dari persiapan pengamanan Natal dan Tahun Baru. Tingginya mobilitas masyarakat untuk beribadah, mudik, dan berwisata dinilai membutuhkan kesiapan ekstra, baik dari sisi keamanan, kelancaran lalu lintas, maupun respons cepat jika terjadi bencana di jalur transportasi utama.
Pada kesempatan tersebut, Gubernur secara resmi membuka Posko Terpadu Siaga Bencana Alam dan Pengamanan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 Provinsi Sulawesi Tenggara. Posko ini akan menjadi pusat koordinasi pemantauan situasi dan pengendalian respons terpadu selama periode Nataru.
Usai apel, kegiatan dilanjutkan dengan simulasi penanganan bencana melalui skenario terpadu di Ruang Taktikal, yang menggambarkan alur pengambilan keputusan dan koordinasi antarinstansi. Simulasi lapangan oleh personel gabungan TNI, Polri, BPBD, dan OPD terkait juga digelar untuk menguji kesiapan operasional secara nyata.
Melalui rangkaian kegiatan ini, Pemprov Sultra menegaskan komitmennya untuk memastikan masyarakat dapat merayakan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 dengan aman, nyaman, dan terlindungi dari risiko bencana alam.
