3. Lakukan audit dan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh perusahaan pemegang RKAB di Sulawesi Tenggara.
4. Tindak tegas jaringan mafia tambang yang menggunakan dokumen terbang untuk pengiriman ore nikel ilegal.
5. Usut keterlibatan oknum aparat dan pejabat yang diduga membekingi aktivitas tambang ilegal.
6. Wujudkan transparansi dan akuntabilitas dalam penerbitan serta pengawasan RKAB oleh Kementerian ESDM.
Aksi yang berlangsung sejak siang ini berjalan damai dan tertib dengan pengawalan dari aparat kepolisian. Para demonstran berorasi secara bergantian sambil membentangkan bendera organisasi dan menyerukan slogan:
“Cabut RKAB Cinta Jaya! Tangkap inisial NY!”
ALIMASI menegaskan bahwa aksi ini bukan hanya bentuk perlawanan moral, tetapi juga langkah advokasi publik untuk menegakkan keadilan di sektor pertambangan.
Mereka juga berencana melayangkan surat resmi ke Kementerian ESDM, KPK, dan Bareskrim Polri untuk menindaklanjuti temuan lapangan dan bukti-bukti awal yang mereka miliki.
“Kami akan terus mengawal kasus ini sampai tuntas. Tidak boleh ada lagi perusahaan yang berlindung di balik RKAB untuk merusak sumber daya alam Sulawesi Tenggara. Kami percaya Kakanda Bahlil Lahadalia punya komitmen menegakkan tata kelola minerba yang bersih,” tutup Ardian.
