Lebih lanjut Ia mengatakan bahwa Isu korupsi, kemiskinan dan dinasti jauh lebih dibutuhkan, ingin didengar oleh masyarakat sultra tentang komitmen paslon dalam pengentasan isu-isu tersebut. Dari 4 paslon gubernur sultra, ASR-Hugua jauh dari terpaan isu korupsi dan dinasti politik, sementara calon lainnya diterpa oleh berbagai isu korupsi dan membangun dinasti politik secara masif.
“Kami melihat ASR-Hugua lebih fokus membangun narasi dengan isu pengentasan kemiskinan, pembangunan SDM, kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat sultra”, tuturnya.
Ia menekankan Narasi dan komitmen ASR-Hugua jauh lebih relevan dengan kesenjangan yang dihadapi oleh masyakat Sulawesi Tenggara. Sehingga paslon ASR-Hugua lebih difavoritkan oleh masyarakat sultra untuk mendapatkan mandat dari rakyat
“Di harapkan bisa memutus mata rantai kemiskinan, korupsi dan dinasti politik yang saat ini masih dipraktekan Oleh beberapa mantan kepala daerah.
