Kini, dengan pengumuman lolos seleksi PT MMP Kaltim, publik penasaran: apakah nanti dalam pengangkutan gas alam akan disisipkan juga sepeda listrik lipat dari Eropa?
Tak hanya moge dan sepeda, kisah lama juga membawa aroma pelecehan struktural terhadap pramugari, yang kini entah bagaimana nasibnya. Tapi rupanya, semua itu tak cukup membuat Ari kehilangan daya saing. Karena seperti dalam dunia migas, yang penting bisa masuk dulu, soal bersih atau kotor nanti bisa dimurnikan.
Bagi warga Kaltim, berita ini tentu seperti sinyal waspada dini. Jika nanti Ari benar-benar ditunjuk sebagai Dirut PT MMP, bisa jadi tagline baru perusahaan adalah:
“MMP: Migas Mandiri Pratama, dari udara kembali ke bumi, siap menyetrum harapan.”
Apakah Kaltim siap menerima comeback dari tokoh yang sempat viral karena “bawaan pribadi” dalam bagasi? Atau mungkin ini akan menjadi momentum rebranding Ari Askhara dari Dirut yang jatuh karena sepeda, menjadi Dirut yang bangkit bersama gas?
Yang pasti, satu pelajaran penting bisa diambil dari kabar ini:
Di negeri ini, Anda bisa terjatuh karena skandal, asal tetap berpakaian rapi dan punya CV yang lengkap peluang kerja selalu ada.
