Sementara itu, Presiden KSBSI Elly Rosita Silaban menegaskan bahwa dukungan buruh juga didasari oleh keterbukaan pemerintah dalam merespons tuntutan serikat pekerja, mulai dari isu undang-undang hingga reaktivasi Penerima Bantuan Iuran (PBI).
“Inilah yang kami banggakan dari beliau, yang memang selalu menyiapkan waktu untuk berdialog dengan kami,” ujar Elly.
Romadhon Jasn menambahkan bahwa publik kini melihat bagaimana Dasco memainkan peran penting sebagai jembatan komunikasi antara pemerintah dan gerakan buruh. “Nalar publik dapat melihat dengan jelas bagaimana Dasco memastikan aspirasi buruh didengar tanpa sekat birokrasi. Komunikasi yang terbuka antara buruh dan Presiden menunjukkan bahwa kepemimpinan saat ini memiliki akar dukungan yang kuat dan organik,” ujarnya.
Sinergi antara parlemen, pemerintah, dan serikat buruh diharapkan mampu meredam potensi konflik industrial melalui dialog yang bermartabat. Dengan keterbukaan komunikasi tersebut, setiap kebijakan yang lahir diharapkan benar-benar mencerminkan kebutuhan pekerja dan masyarakat luas.
Sebagai penutup, Romadhon Jasn menegaskan pentingnya menjaga momentum komunikasi yang transparan antara pemerintah dan gerakan buruh.
“DPR telah menjalankan fungsinya secara elegan sebagai wadah aspirasi rakyat. Publik membutuhkan kepastian bahwa setiap kebijakan lahir dari dialog yang tulus seperti yang terlihat dalam pertemuan hari ini,” pungkasnya.
