Kementerian PKP dan BPS Kolaborasi Digitalisasi Data Perumahan, Target 3 Juta Rumah Dipercepat

Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) terus memperkuat strategi pencapaian Program 3 Juta Rumah melalui kerja sama dengan Badan Pusat Statistik (BPS)

JAKARTA – Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) terus memperkuat strategi pencapaian Program 3 Juta Rumah melalui kerja sama dengan Badan Pusat Statistik (BPS). Dalam pertemuan yang berlangsung di Kantor BPS, Jakarta Pusat, Selasa (24/6), Wakil Menteri PKP Fahri Hamzah menyampaikan pentingnya digitalisasi dan integrasi data kepemilikan rumah sebagai fondasi untuk percepatan program pembangunan perumahan nasional.

Menurut Fahri, kebutuhan terhadap data backlog perumahan sangat mendesak. “Kami ingin mengeskalasi pembangunan rumah dari 140.000 unit per tahun menjadi 2 juta unit. Ini hanya bisa dicapai bila data kepemilikan dan kebutuhan rumah benar-benar valid,” ujarnya.

Program 3 Juta Rumah akan difokuskan pada tiga pendekatan besar:

• 2 juta unit rumah direhabilitasi melalui skema BSPS (Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya), berkolaborasi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk menyasar kawasan pesisir.

• 1 juta unit rumah vertikal akan dibangun dengan pembiayaan dari lembaga investasi Danantara.

• Keterlibatan Koperasi Merah Putih dalam pengadaan bahan bangunan yang ramah lingkungan dan sesuai standar SDGs, seperti kelayakan sanitasi dan pencahayaan.

Fahri juga menekankan bahwa digitalisasi data tidak hanya mendukung keakuratan bantuan, tetapi juga bisa menggerakkan sektor ekonomi masyarakat melalui keterlibatan koperasi.

Exit mobile version