News  

Kamtibmas Era Baru: Kapolri Libatkan Rakyat, Ojol Jadi Garda Depan Jaga Jakarta

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo

Menurut JAN, inisiatif ini menandai babak baru dalam hubungan antara Polri dan warga. “Transformasi reformasi Polri kini menemukan bentuknya di jalanan: Polri yang melayani, mendengar, dan bekerja bersama rakyat,” kata Romadhon Jasn.

Lebih dari sekadar apel, momen ini menjadi simbol kebangkitan kesadaran sipil di tengah masyarakat urban. Ketika pengemudi ojek online, aparat, dan warga saling berkoordinasi, maka keamanan menjadi milik bersama. Inilah wujud nyata dari gotong royong di era modern — teknologi mempertemukan empati dan tanggung jawab sosial.

“Gerakan Ojol Kamtibmas membuktikan bahwa menjaga kota bukan hanya tugas seragam cokelat, tapi seluruh warga yang mencintai Jakarta. Kapolri berhasil mengubah paradigma keamanan menjadi budaya kolaborasi,” tutur Romadhon Jasn.

Di tengah riuh Monas, pesan Kapolri menggema: keamanan bukan tugas individu, tapi tekad kolektif bangsa. “Polri telah membuka jalan bagi rakyat untuk ikut menjaga negeri ini dengan caranya sendiri,” tutup Romadhon Jasn.

Exit mobile version