Di sisi lain, GPII juga mengakui bahwa pengelolaan avtur yang baik memang bisa membantu menurunkan harga tiket pesawat, tetapi Rizal menegaskan bahwa hal tersebut tidak bisa dilakukan dengan mengabaikan peran vital Pertamina.
“Pertamina sudah menjalankan tugasnya dengan menyediakan avtur di 72 bandara di seluruh Indonesia, termasuk daerah-daerah terpencil. Ini menunjukkan komitmen Pertamina terhadap akses energi yang merata, tidak hanya di kota besar,” imbuhnya.
Menurut Rizal, GPII siap mendukung segala upaya yang dilakukan pemerintah dan pihak-pihak terkait untuk menurunkan harga tiket pesawat, asalkan langkah-langkah tersebut tidak merugikan Pertamina atau melemahkan kedaulatan energi nasional. “Kami berharap diskusi ini mengarah pada solusi yang menjaga keseimbangan antara keterjangkauan harga tiket dan keberlangsungan operasional Pertamina sebagai perusahaan negara.”
Rizal kembali menegaskan bahwa GPII akan terus mengawal isu ini. “Kami akan tetap bersuara dan berjuang bersama rakyat. Kedaulatan energi tidak boleh ditawar, dan Pertamina harus didukung untuk terus memainkan peran strategisnya dalam menjaga keseimbangan di sektor energi,” tutupnya.
