“Kami duga ada backingan dari oknum APH sehingga bongkar muat minyak illegal ini terjadi dengan begitu leluasa”, ucapnya.
Akril juga menduga bahwa solar yang dibongkar dan diperjual-belikan di perairan tersebut untuk memperlancar aktivitas tambang illegal di Konawe.
“Kami duga solar yang kerap di perjual belikan di Perairan tersebut untuk memperlancar dan me Support aktivitas tambang illegal di Konawe”, ujarnya.
Selain itu, pihaknya juga meminta Kapolri untuk mencopot Mako Ditpolair Polda Sultra dan Kapos Marnit Polairud Konawe.
