Menurutnya, langkah-langkah cepat para pelaku, tatapan tajam, serta gerak tubuh agresif membuat suasana sekitar langsung berubah dingin dan penuh ketegangan.
Patri sempat ditanyai oleh seseorang dari kelompok tersebut. Namun sebelum ia selesai menjawab, sebuah pukulan tiba-tiba mendarat di wajahnya.
“Baru saya jawab satu pertanyaan, langsung dipukul. Kejadiannya cepat sekali. Saya langsung mundur dan masuk ke dalam ruangan untuk menyelamatkan diri,” jelasnya.
Akibat pukulan itu, bibir Patri pecah dan mengeluarkan darah. Dalam kondisi terluka, ia memutuskan untuk langsung menuju Polres Kendari guna membuat laporan resmi.
“Saya mau ke Polres Kendari melapor,” katanya singkat.
Berdasarkan pantauan di lokasi, luka pada bibir korban tampak jelas menguatkan dugaan bahwa kekerasan memang terjadi. Aroma ketakutan masih terasa ketika Patri menceritakan apa yang ia alami.
Kasus ini sontak menarik perhatian publik, terutama karena dugaan adanya tindakan bergaya premanisme di lingkungan hotel berbintang. Banyak pihak menilai, kejadian seperti ini tak boleh dibiarkan karena menyangkut rasa aman tamu yang datang.
Hingga berita ini ditayangkan, pihak redaksi masih berupaya menghubungi manajemen Hotel Milenium Kendari untuk mendapatkan klarifikasi resmi terkait dugaan keterlibatan karyawan dalam insiden tersebut.
