Danantara Incar Pinjaman Multi–Currency Hingga USD 10 Miliar, Berpotensi Jadi yang Terbesar di Asia Tenggara

Kantor BPI Danantara

Jakarta – PT BPI Danantara tengah mempersiapkan langkah besar di pasar keuangan internasional dengan mengincar fasilitas pinjaman multi–currency hingga USD 10 miliar, yang berpotensi menjadi pinjaman korporasi terbesar dalam sejarah Asia Tenggara. Laporan ini pertama kali disampaikan oleh Bloomberg, Rabu (10/7/2025).

Untuk merealisasikan rencana ambisius tersebut, Danantara telah menunjuk empat bank internasional papan atas sebagai koordinator utama: DBS Group Holdings Ltd., HSBC Holdings Plc, Natixis SA, dan Standard Chartered Plc.

Fasilitas pinjaman yang diincar memiliki tenor 3–5 tahun dan dikabarkan akan digunakan untuk keperluan umum perusahaan. Menariknya, pinjaman ini akan bersifat unsecured—tidak dijamin oleh aset, surat dukungan, maupun pernyataan pemerintah.

Dalam wawancara terpisah, CEO Danantara, Rosan Roeslani, mengungkapkan bahwa perusahaan diperkirakan akan mengelola dividen sebesar Rp150 triliun pada 2025, atau sekitar USD 9,2 miliar dengan asumsi kurs Rp16.220 per dolar AS.

Sementara itu, Managing Director Finance Danantara, Arief Budiman, menyebutkan bahwa hingga akhir 2025, Danantara hanya berencana menggelontorkan investasi senilai USD 5 miliar, mencerminkan pendekatan pengelolaan keuangan yang hati-hati namun strategis.

Sepanjang Juni hingga Juli 2025, Danantara aktif menandatangani berbagai kerja sama strategis dengan sejumlah mitra. Selain itu, perusahaan ini juga tengah menjajaki beberapa inisiatif besar, antara lain:

• Pengembangan Geothermal bersama PGEO

Exit mobile version