Gol tersebut membakar semangat tuan rumah. Vinícius Júnior dan Jude Bellingham terus menekan, menciptakan gelombang serangan yang nyaris berbuah gol penyeimbang.
Namun, di bawah mistar, Manuel Neuer tampil bak tembok kokoh. Kiper veteran itu mencatatkan sembilan penyelamatan penting, menggagalkan peluang demi peluang Madrid dan memastikan keunggulan Bayern tetap terjaga.
Di sisi lain, Bayern sebenarnya punya peluang untuk “membunuh” pertandingan, namun gagal menambah gol di menit-menit akhir. Situasi ini membuat agregat masih terbuka, meski Bayern berada di posisi lebih menguntungkan.
Laga leg kedua di Allianz Arena dipastikan akan berlangsung panas. Madrid datang dengan misi membalikkan keadaan, meski harus kehilangan Aurélien Tchouaméni akibat akumulasi kartu.
Sejarah telah berkali-kali membuktikan: selama peluit akhir belum berbunyi, Real Madrid selalu punya peluang menciptakan keajaiban.
