“Hilirisasi nikel adalah kunci masa depan ekonomi kita, dan transparansi yang dibangun manajemen merupakan fondasi yang tidak bisa diganggu gugat. Gagas Nusantara mendukung penuh ekspansi global Antam karena ini adalah wajah martabat Indonesia di pasar internasional yang harus dijaga bersama,” ujar Romadhon.
Di sektor logam mulia, harga emas Antam 24 karat hari ini menembus Rp2.950.000 per gram. Kenaikan tersebut didorong oleh ketegangan geopolitik global, pelemahan dolar Amerika, serta meningkatnya permintaan aset lindung nilai di tengah ketidakpastian ekonomi internasional.
Sebagai entitas Persero, Antam dinilai mampu menjalankan peran ganda secara proporsional, yakni sebagai mesin penggerak dividen bagi APBN sekaligus penyedia instrumen investasi aman bagi masyarakat. Posisi ini memperkuat peran perusahaan sebagai pilar stabilitas ekonomi nasional.
“Marwah emas Antam bukan hanya soal harga per gram di papan perdagangan. Ia bermula dari kepercayaan publik bahwa setiap gram logam mulia diproduksi melalui standar etika dan supervisi negara yang ketat. Kepercayaan itulah aset terbesar yang sedang dibangun,” tambah Romadhon.
Tata kelola manajemen Antam saat ini juga mendapat apresiasi dari berbagai kalangan sebagai bukti bahwa perubahan substantif tengah berlangsung. Status Persero memperkuat akuntabilitas melalui supervisi langsung Kementerian BUMN yang lebih intensif dan terstruktur.
Masukan dari pihak eksternal dipandang sebagai elemen konstruktif untuk menyempurnakan sistem pengawasan internal yang telah berjalan solid dan semakin matang.
“Pengawasan negara yang melekat pada status Persero bukanlah ancaman, melainkan perisai bagi integritas pengelola yang bekerja keras membangun korporasi ini. Gagas Nusantara mendorong penguatan regulasi agar laba triliunan memiliki benteng perlindungan yang tak terbantahkan dan Antam terus menjadi teladan modernisasi BUMN yang bersih, kompetitif, serta bermartabat,” pungkas Romadhon.
