JAKARTA, NUSANTARAVOICE.COM — Aksi Gotong Royong Anti-Rasuah (AGORA) menyampaikan protes keras terkait hilangnya pemberitaan aksi mahasiswa di Bombana yang sebelumnya dipublikasikan oleh media lokal kendariinfo. Konten tersebut tiba-tiba tidak dapat diakses tanpa adanya penjelasan resmi dari pihak redaksi, sehingga memunculkan dugaan adanya intervensi dari pejabat daerah.
Dalam keterangan resminya, AGORA menilai penghapusan pemberitaan ini menjadi sinyal serius terkait transparansi dan independensi media lokal. Menurut mereka, tindakan tersebut berpotensi mengarah pada praktik soft repression pembungkaman halus terhadap kritik publik yang tidak kasat mata, namun berdampak signifikan terhadap kualitas demokrasi daerah.
“Dugaan ini wajib diverifikasi secara terbuka. Hilangnya pemberitaan tanpa penjelasan jelas hanya memperkuat persepsi publik bahwa ada tekanan politik yang bekerja di belakang layar,” ujar Lefi, Koordinator Lapangan AGORA.
Lebih lanjut, Lefi Perdana, Korlap AGORA lainnya, menegaskan bahwa kebebasan pers bukan hanya norma etis, melainkan pilar penting dalam tata kelola pemerintahan yang baik (good governance). Ia menilai media memiliki fungsi vital sebagai sistem pengawasan publik dan instrumen mitigasi penyalahgunaan kekuasaan.
