Pegiat Literasi Energi, Muhammad Shofa, yang turut hadir dalam diskusi ini menekankan pentingnya edukasi publik dalam mendorong transisi energi yang lebih inklusif. “Kemandirian energi tidak hanya tanggung jawab pemerintah dan industri, tetapi juga masyarakat luas. Kesadaran dan pemahaman mengenai pentingnya diversifikasi energi, efisiensi energi, serta transisi ke energi baru dan terbarukan harus terus disosialisasikan agar perubahan yang lebih besar bisa terjadi,” ungkapnya.
Selain diskusi, acara ini juga menjadi momentum kebersamaan dalam bulan suci Ramadan dengan diadakannya buka puasa bersama. Para peserta turut berbagi refleksi mengenai pentingnya solidaritas dan kolaborasi dalam membangun masa depan energi Indonesia yang lebih cerah.
Dengan adanya kegiatan ini, Visioner Indonesia berkomitmen untuk terus mengawal isu-isu strategis yang berkaitan dengan pembangunan nasional, khususnya dalam bidang energi, sebagai salah satu sektor utama dalam mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
