News  

Sarjana Nyemplung Got Demi Jadi PPSU: Potret Perjuangan di Tengah Sempitnya Lapangan Kerja

Petugas PPSU DKI Jakarta

Sekretaris Lurah (Sekkel) Serdang, M. Imron Sumadi, menyebutkan bahwa dari total 127 pelamar di kelurahannya, tujuh orang merupakan lulusan sarjana. Enam orang di antaranya hadir langsung mengikuti seleksi.

“Tidak ada syarat khusus dalam perekrutan ini. Yang penting mereka sanggup bekerja sesuai tugas PPSU, mulai dari membersihkan lingkungan, mencangkul, hingga menyapu jalan,” jelas Imron.

Berdasarkan Peraturan Gubernur (Pergub) yang berlaku, gaji PPSU disesuaikan dengan Upah Minimum Provinsi (UMP) DKI Jakarta, yakni sekitar Rp 5,3 juta per bulan. Selain itu, petugas juga mendapatkan jaminan kesehatan, ketenagakerjaan, serta Tunjangan Hari Raya (THR).

Meski bukan pekerjaan yang dianggap prestisius, posisi PPSU menawarkan kestabilan dan perlindungan sosial yang sulit ditemukan dalam banyak pekerjaan lain, bahkan bagi lulusan sarjana sekalipun.

Hingga kini, tercatat puluhan ribu petugas PPSU tersebar di 267 kelurahan se-DKI Jakarta. Di antara mereka, tak sedikit yang berasal dari latar belakang pendidikan tinggi. Mereka bukan turun kelas, tapi naik derajat dalam keberanian untuk tetap bertahan hidup.

Di balik lumpur, sampah, dan terik matahari, mereka membawa satu hal yang tak terlihat di CV atau ijazah: harga diri dan harapan, agar anak-anak mereka kelak bisa hidup lebih layak tanpa harus menempuh jalan seberat ini.

Exit mobile version