“Dengan pola singgah beberapa hari di setiap titik, wisatawan punya waktu untuk berinteraksi dengan masyarakat, menikmati destinasi, hingga berbelanja produk lokal. Ini akan menggerakkan sektor pariwisata, ekonomi kreatif, serta UMKM di daerah,” jelasnya.
Selain aktivitas pelayaran, Sail Wakatobi juga akan diramaikan dengan atraksi budaya khas di masing-masing kabupaten. Tarian tradisional, pertunjukan seni daerah, hingga pengenalan kearifan lokal masyarakat pesisir akan menjadi bagian dari rangkaian kegiatan.
Pemprov Sultra juga berkomitmen melibatkan pelaku ekonomi kreatif untuk menampilkan dan memasarkan produk unggulan daerah, mulai dari kerajinan tangan, kuliner khas, hingga produk kreatif lainnya. Interaksi langsung antara wisatawan dan pelaku usaha diharapkan mampu meningkatkan transaksi ekonomi masyarakat setempat.
Ke depan, Sail Wakatobi direncanakan menjadi agenda rutin pariwisata internasional Sulawesi Tenggara. Program ini sejalan dengan misi Gubernur Sultra dalam menjadikan sektor pariwisata sebagai salah satu pilar pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus sumber peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Dengan potensi bahari yang dimiliki, Sultra optimistis mampu memperkuat posisinya sebagai destinasi wisata laut unggulan di kawasan timur Indonesia.
