Rangkaian lawatan Presiden Prabowo berlanjut ke Swiss. Di negara tersebut, Kepala Negara menyampaikan pidato pada World Economic Forum (WEF) Annual Meeting 2026 yang digelar di Davos. Dalam pidatonya, Presiden Prabowo memaparkan berbagai gagasan ekonomi yang telah dirancang dan dijalankan, serta capaian selama satu tahun masa kepemimpinannya sebagai Presiden Republik Indonesia.
Di Davos, Presiden Prabowo juga menandatangani Board of Peace (BoP) Charter yang diinisiasi oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Presiden Prabowo menilai keterlibatan Indonesia dalam BoP sebagai momentum bersejarah sekaligus peluang nyata untuk mendorong upaya perdamaian global, khususnya bagi rakyat Palestina.
“Saya kira ini kesempatan bersejarah, ini kesempatan bersejarah. Ini benar-benar peluang untuk mencapai perdamaian di Gaza,” ucap Presiden Prabowo.
Sebelum kembali ke Tanah Air, Presiden Prabowo terlebih dahulu melakukan kunjungan selama 7 jam ke Paris, Prancis, untuk memenuhi undangan jamuan santap malam pribadi bersama Presiden Prancis Emmanuel Macron di Istana Élysée. Dalam jamuan tersebut, kedua kepala negara membahas penguatan hubungan bilateral Indonesia–Prancis di berbagai bidang strategis.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa seluruh agenda kunjungan luar negeri Presiden Prabowo selalu diarahkan untuk menghasilkan manfaat nyata bagi Indonesia. “Bapak Presiden kalau ke luar negeri, itu beliau ingin ada yang didapatkan, ada produknya, ada hasilnya, ada dampak positifnya untuk Indonesia,” pungkas Seskab Teddy dalam keterangannya di Inggris pada Rabu (21/1) lalu.
Ketibaan Presiden Prabowo ke Tanah Air menandai berakhirnya rangkaian diplomasi intensif yang memperkuat posisi Indonesia di panggung global, sekaligus membawa pulang kerja sama konkret bagi pembangunan nasional.
