Kapolri sebelumnya menekankan pentingnya dukungan terhadap agenda Indonesia Sehat melalui penyediaan gizi yang merata. Ia memastikan operasional unit SPPG berjalan bersih dari potensi penyimpangan dengan mengutamakan pelibatan UMKM dan tenaga kerja lokal agar roda ekonomi tetap bergerak. Komitmen tersebut tercermin dari distribusi MBG yang berlangsung lancar meski dalam suasana puasa.
“Kehadiran Polri di dapur rakyat ini adalah investasi masa depan bagi generasi muda Indonesia sekaligus bantalan ekonomi bagi warga yang membutuhkan. Langkah cerdas dalam mengefisiensikan jam kerja relawan selama Ramadan membuktikan bahwa produktivitas pelayanan publik bisa berjalan beriringan dengan penghormatan terhadap aspek religiusitas masyarakat yang sedang menjalankan ibadah puasa,” jelasnya.
Masyarakat kini melihat institusi kepolisian tidak hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga mitra dalam pemenuhan hak dasar hidup sehat. Kepala SPPG Polri Palmerah, Mustaqim, menjelaskan bahwa penggunaan timbangan dan kontrol kualitas pengemasan dilakukan secara ketat untuk memastikan setiap penerima manfaat memperoleh haknya secara utuh. Standar kerja yang rapi ini diharapkan dapat diterapkan secara konsisten di seluruh dapur MBG di berbagai daerah.
“Visi menuju Indonesia Emas 2045 membutuhkan fondasi gizi kuat dan ekonomi rakyat yang stabil, yang hari ini dimulai dari dapur profesional milik kepolisian. Kami meyakini jika model SPPG Palmerah ini diduplikasi secara luas, maka Polri akan semakin lekat di hati rakyat sebagai institusi yang memahami kebutuhan dasar bangsa,” pungkas Romadhon Jasn.
