Alumnus jurusan ilmu politik FISIP Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) itu mengungkapkan tidak mudah bagi kepala daerah yang tidak menaikkan pajak di tengah kebijakan efisiensi dan pengurangan dana fiskal sementara di satu sisi mengejar target PAD 1,367 triliun belum lagi defisit anggaran.
“Jember dibawah kepemimpinan gus Fawait ini hebat luar biasa, kita punya harapan pada beliau. Bayangkan saja kabupaten lain sibuk menaikkan pajak untuk memenuhi PAD, Jember justru memilih opsi lain pdahal proyeksi PAD Jember Rp 1,367 sementara defisit anggaran sekitar 182 milyar. Artinya beliau betul-berul berkomitmen berpihak pada rakyat,” Ucap Mochammad Thoha
Karena itu, bekas aktivis PP IPNU Jakarta itu mengajak semua elemen masyarakat kabupaten Jember untuk mendukung dan mengawal semua program serta kebijakannya yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat Jember.
“Komitmen gus bupati jelas bahwa yang menjadi prioritas adalah mengentaskan kemiskinan, perlindungan sosial, birokrasi yang profesional dan humanis, infrastruktur yang berkualitas, dan pertumbuhan ekonomi kerakyatan. Semuanya untuk rakyat berorientasi pada kesejahteraan rakyat sehingga harus kita support dan dukung penuh,” Pungkasnya.
Sebelumnya, dalam kesempatan penyampaian Nota Rancangan APBD Tahun 2026 di Gedung DPRD Jember (10/11), Bupati Jember Muhammad Fawait mengumumkan proyeksi untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp 1,367 triliun. Sementara di satu sisi mengejar target PAD 1,367 triliun belum lagi defisit anganggaran. Sementara APBD Jember tahun 2026 sebesar Rp 4,3 Trilyun lebih. Pendapatan ini bersumber dari 2 bagian, yaitu dari PAD sebesar Rp 1,36 trilyun dan dari dana transfer pusat sekitar Rp 3 trilyun lebih.
