Jelang Ramadhan, Pemprov Sultra Perketat Rantai Distribusi Pangan Lewat Operasi Saber

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara memperketat pengawasan rantai distribusi pangan menjelang bulan suci Ramadhan 2026.

Dalam operasi tersebut, Satgas memfokuskan pengawasan pada komoditas strategis yang rawan mengalami fluktuasi harga, seperti beras, minyak goreng, dan telur ayam. Selain pasar, sejumlah distributor utama turut diperiksa untuk memastikan pasokan tetap tersedia dan tidak terjadi praktik penimbunan.

Beberapa titik pengawasan dipilih karena perannya yang strategis dalam rantai distribusi pangan, di antaranya Pasar Baruga dan Pasar Anduonohu di Kota Kendari, serta Pasar Ranomeeto di Kabupaten Konawe Selatan.

Hasil sementara pengawasan menunjukkan bahwa stok pangan strategis di Sulawesi Tenggara masih dalam kondisi aman. Meski demikian, Satgas menemukan adanya beberapa komoditas yang dijual melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET) dan Harga Acuan Pembelian (HAP), seperti Minyakita, beras, dan bawang putih.

Ari Sismanto menegaskan, pelaku usaha diminta untuk mematuhi ketentuan harga yang telah ditetapkan pemerintah. Satgas Pangan juga memberikan peringatan kepada pedagang dan distributor yang terindikasi melakukan pelanggaran.

“Pengawasan ini akan terus kami lakukan secara berkelanjutan, terutama pada momentum Hari Besar Keagamaan Nasional, agar masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadhan dengan rasa aman dan nyaman,” pungkasnya.

Exit mobile version