News  

JAN Kritik Bahlil Soal Perbandingan dengan Nabi Muhammad, Tuntut Permintaan Maaf

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia

Lebih jauh, JAN juga mengingatkan pentingnya Prabowo Subianto, sebagai presiden terpilih, untuk lebih selektif dalam memilih menteri, terutama jika menginginkan kabinet zaken. Menurut JAN, memasukkan Bahlil sebagai menteri di kabinet zaken yang diharapkan diisi oleh para ahli akan memicu penolakan luas dari masyarakat.

“Meski Golkar adalah partai besar, Bahlil bukan sosok yang sesuai untuk kabinet zaken. Rekam jejaknya yang kontroversial hanya akan mengurangi kepercayaan masyarakat terhadap janji Prabowo untuk membentuk pemerintahan yang profesional dan berfokus pada kepentingan rakyat,” lanjut Romadhon.

JAN mendesak Bahlil untuk segera meminta maaf secara terbuka kepada umat Islam, dan berharap Prabowo lebih berhati-hati dalam memilih tokoh-tokoh yang akan masuk dalam kabinetnya nanti.

Exit mobile version