Di tengah dinamika ini, pemerintah juga memperketat standar keamanan pangan dengan mewajibkan label batas waktu konsumsi yang ketat pada setiap kemasan. Langkah ini merupakan respons cepat untuk menjaga kepercayaan publik setelah adanya laporan insiden keamanan pangan di beberapa titik. BGN menjamin bahwa kualitas makanan bagi mereka yang bergabung harus tetap mengikuti standar higienitas tertinggi tanpa toleransi sedikit pun.
Menariknya, kebijakan “opsi mundur” ini justru membantu pemerintah dalam melakukan penyisiran dan efisiensi anggaran secara alami. Menteri Keuangan pun memberikan sinyal akan mengevaluasi pagu anggaran pekan depan agar lebih efektif. Hal ini membuktikan bahwa MBG adalah program yang dinamis dan sangat memperhatikan realitas kemampuan fiskal serta kebutuhan nyata di tingkat akar rumput.
Dalam pandangannya, Romadhon Jasn meminta masyarakat agar tidak terprovokasi oleh narasi yang mencoba membenturkan pemerintah dengan organisasi kemasyarakatan. “Pilihan untuk mandiri adalah hak konstitusional lembaga pendidikan yang harus dihormati. Yang harus kita kawal adalah bagaimana asupan gizi ini sampai ke mulut anak-anak yang lapar dengan cara yang bermartabat. Mari fokus pada misi besar menyehatkan generasi, bukan terjebak dalam ego prosedur,” tegas Romadhon.
BGN menjamin bahwa sekolah yang memilih untuk tidak ikut serta tetap akan mendapatkan seluruh hak dan fasilitas pendidikan lainnya tanpa diskriminasi. Pemerintah berkomitmen menciptakan iklim yang sejuk dan kondusif bagi seluruh penyelenggara pendidikan di Indonesia. Kanal pengaduan resmi disiapkan sebagai jaminan bahwa tidak akan ada ruang bagi oknum yang menyalahgunakan wewenang dalam proses kemitraan ini.
Sebagai penutup, Romadhon Jasn menegaskan bahwa keberhasilan MBG adalah kemenangan bersama yang dibangun atas dasar rasa saling percaya. “Makan Bergizi Gratis adalah investasi hati untuk masa depan bangsa kita. Mari kita pastikan perjalanan program ini tetap bersih dari tekanan. Dengan gizi yang cukup dan kemitraan yang tulus, kita sedang membangun fondasi generasi emas Indonesia yang kuat raganya dan merdeka jiwanya,” pungkasnya.
