“Perlu percepatan akselerasi ekspansi jaringan fiber optic hingga pelosok daerah guna memperkecil kesenjangan digital dan mendukung ekonomi daerah,” ujarnya.
Selain infrastruktur, Anthony mendorong Meutya Hafid untuk mempercepat pembangunan ekosistem teknologi berbasis Internet of Things (IoT) dan kecerdasan buatan (AI) guna meningkatkan efisiensi pelayanan publik, seperti kesehatan dan pendidikan. Transformasi ini akan membuat layanan pemerintah semakin terintegrasi dan memudahkan akses masyarakat terhadap informasi dan layanan penting.
“Literasi digital menjadi kunci dalam menghadapi perkembangan teknologi. Literasi tidak hanya berarti kemampuan dasar menggunakan internet, tetapi juga mencakup, kemampuan mengidentifikasi informasi yang valid dan memerangi disinformasi, pemahaman tentang keamanan digital pribadi, termasuk penggunaan kata sandi yang kuat dan penghindaran phishing, dan pemanfaatan teknologi untuk kewirausahaan digital, khususnya bagi pelaku UMKM, agar bisa memanfaatkan e-commerce dan platform digital secara optimal,” imbuhnya.
Untuk mendukung ini, Menteri Meutya Hafid diharapkan memperkuat kerjasama dengan sektor pendidikan untuk mengintegrasikan kurikulum berbasis digital, termasuk coding dan keterampilan digital praktis di tingkat sekolah dasar hingga universitas.
“Kami mengusulkan dua inisiatif baru untuk mempercepat transformasi digital di Indonesia. Pertama, Digital Citizen Platform (DCP) Platform ini bertujuan untuk mengintegrasikan layanan publik seperti e-KTP, BPJS, dan SIM ke dalam satu aplikasi bisa juga berbasis blockchain. Dengan sistem ini, masyarakat bisa mengakses berbagai layanan pemerintah secara lebih mudah dan aman,” kata Anthony.
Lalu Anthony juga mengusulkan dibentuknya Virtual Innovation Hub (VIH) pusat inovasi virtual untuk mendorong kolaborasi antara startup, pemerintah, dan akademisi dalam menciptakan solusi digital inovatif.
“Hub ini akan menjadi ruang untuk eksperimen dan pengembangan teknologi baru seperti AI, blockchain, IoT, dan fintech, sekaligus memberikan bimbingan bagi perusahaan rintisan dalam skala nasional maupun internasional. Inisiatif ini akan memperkuat posisi Indonesia sebagai pemain utama dalam ekosistem digital global dan mendorong inovasi di seluruh sektor,” ungkap Pakar Digital itu
Anthony menegaskan bahwa di bawah kepemimpinan Meutya, sektor komunikasi dan digital harus berorientasi pada pembangunan ekosistem digital yang aman, inovatif, dan inklusif. Pemerintah juga perlu berfokus pada pengembangan regulasi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan tren global, seperti Web 3.0 dan metaverse.
“Dengan internet yang telah menjadi kebutuhan primer, pemerintah harus memastikan bahwa seluruh masyarakat dapat mengakses layanan digital dengan cepat dan aman. Kita perlu bersama-sama dalam membangun fondasi kuat agar Indonesia tidak hanya mengikuti perkembangan digital, tetapi juga menjadi pemimpin di era transformasi teknologi,” tutup Anthony.
